Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

GOOD CORPORATE GOVERNANCE


Jurnal
Sekilas Abstrak
Hasil Penelitian
Pengaruh Kinerja Keuangan, Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Food and Beverage


Tri Kartika Pertiwi &
Ferry Madi Ika Pratama
UPN Veteran Jawa Timur
menganalisis Good Corporate Governance sebagai variabel moderasi.Obyek penelitian adalah perusahaan Food and Bevarage.
Good Corporate Governance tidak mampu memoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Good Corporate Governance yang diproksikan dengan kepemilikan manajerial bukanlah variabel pemo-derasi. Disebabkan oleh karena struktur kepemilikan manajerial di Indonesia masih sangat kecil dan didominasi oleh keluarga. Pemilik (principal/investor/ pemegang saham) belum bisa memberikan keper-cayaan penuh mengenai jalannya perusahaan kepada manajemen perusahaan. Di samping itu, pemegang saham menganggap bahwa Dewan Komisaris tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai per-usahaan mereka.


PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PERUSAHAAN KELUARGA : STUDI DESKRIPTIF PADA DISTRIBUTOR MAKANAN




Lukas William Andypratama dan Ronny H. Mustamu
Universitas Kristen Petra

Dalam perkembangannya perusahaan keluarga tidak lepas dari konflik antara pihak pemilik dengan stakeholder. Untuk penyelesaian konflik maka penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), yang terdiri dari prinsip transparency, accountability, responsibility, independency, dan fairness, sangat dibutuhkan dalam perusahaan.
Hal ini sangat penting karena dengan melaksanakan GCG bisa menambah performance dan valuasi perusahaan tersebut.  Penulisan ini meneliti bagaimana penerapan prinsip Good Corporate Governance pada suatu perusahaan yaitu distributor makanan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, didapati masih ada bagian dari prinsip GCG yang belum dilaksanakan, yaitu prinsip accountability dan responsibility. Diharapkan perusahaan bisa melaksanakan prinsip accountability dan responsibility yang belum terlaksana, sambil tetap mempertahankan prinsip-prinsip lainnya.

Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan


Tri Purwani
Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (CGG) terhadap kinerja perusahaan. Penerapan GCG diukur berdasarkan hasil survei tahunan oleh The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) yang diterbitkan dalam The Report of Performance Index Corporate Governance (CGPI). Penelitian ini menggunakan regresi sebagai instrumen statistik. Sampel perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta yang mengambil bagian survei oleh IICG dan mencetak gol di CGPI selama tahun 2004 sampai 2008. Dua variabel lain, peluang pertumbuhan dan ukuran perusahaan ditambahkan sebagai variabel kontrol dari variabel penerapan GCG.

Penerapan good corporate governance tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja perusahaan dengan alat ukur EVA Momentum. Hal ini berarti tidak konsisten dengan teori yang
menyatakan bahwa penerapan good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan yang kemudian disebut dengan anomali.
Faktor anomali :

·         Manfaat yang dapat dirasakan dari penerapan GCG bersifat long term atau jangka panjang

·         Banyak perusahaan yang masih menerapkan prinsip GCG hanya karena dorongan regulasi. Prinsip-prinsip GCG belum menjadi kultur dalam perusahaan dan belum dimanfaatkan hingga pada tingkat penunjang kinerja perusahaan secara signifikan dan dalam menilai kinerja perusahaan.

·         Sistem birokrasi dan penegakan hukum yang masih sangat buruk di Indonesia, serta pemberantasan korupsi yang lemah semakin mendukung kurangnya keseriusan perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menerapkan Good Corporate Governance






Kesimpulan :


Hasil kesimpulan kami berdasarkan ketiga referensi jurnal diatas adalah bahwa penerapan Good Corporate Governance industri makanan di Indonesia masih kurang efektif karena mayoritas pemegang saham adalah keluarga, dimana Pemilik (principal/investor/ pemegang saham) belum bisa memberikan keper-cayaan penuh mengenai jalannya perusahaan kepada manajemen perusahaan. Dan berdasarkan alat hitung yang digunakan oleh masih-masih penulis diatas menunjukkan bahwa GCG tidak memberikan pengaruh terhadap variabel penelitian yang digunakan penulis. Prinsip-prinsip GCG belum menjadi kultur dalam perusahaan dan belum dimanfaatkan hingga pada tingkat penunjang kinerja perusahaan secara signifikan dan dalam menilai kinerja perusahaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENGERTIAN ETIKA DAN PROFESI

PENGERTIAN ETIKA, PROFESI, DAN ETIKA PROFESI

PENGERTIAN ETIKA
            Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethossedangkan bentuk jamaknya yaitu ta ethaEthos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.

            Menurut Brooks (2007), etika adalah cabang dari filsafat yang menyelidiki penilaian normatif tentang apakah perilaku ini benar atau apa yang seharusnya dilakukan. Kebutuhan akan etika muncul dari keinginan untuk menghindari permasalahan – permasalahan di dunia nyata.

            Kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :
1.      Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
2.      Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
3.      Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar,salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
 PENGERTIAN PROFESI
            Profesi sendiri berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.

PENGERTIAN ETIKA PROFESI
            Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi.
            Etika profesi adalah cabang filsafat yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia.
            Etika Profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu, contoh : pers dan jurnalistik, engineering (rekayasa), science, medis/dokter, dan sebagainya.
            Etika profesi Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sehingga sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek).
            Etika profesi adalah sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya dengan disertai refleksi yang seksama, (Anang Usman, SH., MSi.)

Prinsip dasar di dalam etika profesi :
1. Tanggung jawab
 – Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
– Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan.
3. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
4. Prinsip Kompetensi,melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi dan ketekunan
5. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi
6. Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi
 Sumber :
Brooks, Leonard J. 2007. Etika Bisnis & Profesi, Edisi 5. Penerbit Salemba Empat

https://yanhasiholan.wordpress.com/2013/10/16/pengertian-etika-profesi-dan-etika-profesi/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENDAPAT MENGENAI LGBT

News astonishing now legalized same-sex marriage or LGBT (Lesby, Gay, and Transgender Bisexsual). Many people who do not know and the duty of those who understand to share knowledge in this regard.
when viewed from the side of religion, it is clear that same-sex relationships were forbidden even condemned. Because God has created everything that is air-pairs - pairs in the sense of the opposite sex.

But, that's ordeal God has given to them. If it obedient and subject to his creator, the LGBT surely will try to recover somehow.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Contoh Conditional Sentence dalam Artikel

Contoh Conditional Sentence dalam Artikel

When i see him i want go away , i do not why . but my friends said that he love me . ah but i dont care , and i will never love him because he is bad boy . he is has bad hair and bad style . but i do not why all of girls in my school love him . when i was in library , he come to me and said i love you . and i was so surprised then i said " if you love me , i will kill you " and he said "if i was not met you last month i wouldn't love you "
Contoh Conditional Sentence Type I
Contoh kalimat pengandaiana type pertama ini digunakan untuk mengandaikan sesuatu tapi sesuatunya itu belom terjadi ketika disampaikan
  • If you heat water, it boils.
    If you put salt and vinegar on chips, they taste nicer.
    If you need assistance, press here.
    If you don’t come on time, you miss such a lot.
    If you feel tired, it’s a good idea to go to bed.
    If it rains, it’s good for the garden.
    If I eat too many sweets, I put on weight.
    If I get up too early, I feel tired all day.
    If I have toothache, I go to the dentist’s.
    If I feel ill, I make an appointment with my GP.
    If I read without my glasses on, I strain my eyes.
    If the number 54 is late, the next bus is the 56.
    If school finishes early, I usually go to my friend’s house.
    If the post comes on time, I look at it before I go to work.
    If you spill coffee on my laptop, it doesn’t agree with it!
    Soap dissolves if you leave it in water.
    Plants die if you don’t water them.
    Milk goes off if you don’t keep it in a cool place.
    Ask the teacher if you don’t understand.
    I don’t mind if you want to use the car.
    Children get upset if they’re being bullied.
    Stamps can be good fun if you enjoy collecting things.
    It can be hard to access the web if you don’t have a PC at home.
    The heater comes on if you press this switch.
    Pasta tastes awful if you let it boil for too long.
    I can go early on Fridays if I ask my manager’s permission.
    I usually like listening to the radio if Julie has it on.
    My mind goes blank if you put me on the spot.
    The car runs like a dream if you service it regularly.
    Dogs really like it if you walk them regularly.
Contoh Conditional Sentence Type II
Type kedua berikut digunakan ketka kita peingin menghayalakan sesuatu yang sebailiknya dengan kejadian yang sekarang
  • If I were you, I’d get my hair cut.
    If I had the time, I’d take up golf.
    If I saw you more often, we could get to know each other better.
    If I lost my wallet, I’d report it at the police station.
    If I met Michael Jordan, I’d ask him for his autograph.
    If I won the lottery, I’d buy a house for my brother.
    If I wasn’t so lazy, I’d start my own business.
    If my friend were here, you could meet him.
    If I drank too much, I’d be sure to make a fool of myself.
    If I studied more often, I might get better grades.
    If I woke up at nine am, I’d be late for work.
    If I entered the competition, I wouldn’t do very well.
    If I played football for England, they wouldn’t keep losing!
    If I saw my children smoking, I’d be really angry with them.
    If I came to class early, I could finish my homework.
    If I bought a video recorder, I wouldn’t miss my favourite soap.
    If I wore that red dress, they would all notice me.
    If I left it up to you, we wouldn’t get anything done.
    If I had a word-processing package, I could type up my reports.
    If I were twenty years’ younger, I’d marry her!
    If I needed help, I would ask you.
    If I moved to Canada, I could get a good job out there.
    If we took part in the quiz, we might win it.
    If we saw that film, you wouldn’t enjoy it.
    If the computer crashed, you’d lose all your unsaved work.
    If our boat got lost, we’d have to call for help.
    If I told her that I’m a vegetarian, she’d be surprised.
    If my washing machine broke, I’d get it mended.
    If I had a heart attack, I might die.
    If I were Prime Minister, I’d privatise the NHS.
Contoh Conditional Sentence Type III
Type yang ketiga berikut digunakan untuk menyesali sesuatu yang sudah terjadi dan mengandaikan sesuatu itu sebaliknya
  • If you’d eaten your dinner, you wouldn’t have been hungry.
    If I’d married Harry, we would have been happy.
    If I’d sold my car to you, you’d have got a bargain.
    If you’d attended every lesson, you’d have passed that exam easily.
    If it’d been sunny yesterday, we would’ve gone to the beach.
    If I’d told you about Chantal, you wouldn’t have believed me.
    If we’d read the map properly, we wouldn’t have got lost.
    If you’d asked her, she could’ve come as well.
    If I’d won the lottery, I wouldn’t be shopping in charity shops!
    If you’d eaten all of your main course, you could’ve had some dessert.
    If I’d had the chance, I would have gone to university.
    If I’d had your phone number, I could’ve called you.
    If I’d asked the doctor, she would’ve advised me on what to do.
    If I’d lent you my lawnmower, you would have broken it.
    If I’d watched that programme, I would’ve been bored stiff.
    If I’d had the salmon, I might have got food poisoning.
    If I’d gone to the interview, I might have got the job.
    If they’d scored another goal, they would’ve won.
    If I’d found some money, I would’ve handed it in.
    If I’d taken a taxi, I would have been there by now.
    If I’d thrown away your magazine, you would’ve been annoyed.
    If I’d gone on the trip to London, I would’ve visited Hyde Park.
    If I’d eaten your chocolates, I would’ve felt a bit guilty.
    If I’d known it was your birthday, I would’ve got you a present.
    If we didn’t remember which room it was, we could’ve asked Stephen.
    If the train had been late, we would’ve missed our appointment.
    If I’d had the courage, I would’ve confronted her.
    If I’d opened the shop on Sundays, I would’ve compromised my beliefs.
    If you’d been here earlier, you could have had a free drink.
    If my shirt had been dry, I could have put it on.

Sumber :
http://brainly.co.id/tugas/1892211
http://freeenglishcourse.info/kumpulan-contoh-conditional-sentence-bahasa-inggris/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CONDITIONAL SENTENSE

Conditional sentence adalah satu kalimat kompleks yang terdiri  dari klausa dependent yang diawali dengan kata ”if” berupa condition (syarat) dan klausa independent berupa result/konsekwensi  (hasil) dari persyaratannya. Kalimat conditional disebut juga dengan kalimat pengandaian, digunakan untuk menyatakan sesuatu yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi seperti yang diharapkan. Secara umum Conditional Sentence Type 1, 2,3. Nah dibawah ini nanti akan ada pengertian, rumus dan contoh dari conditional sentence type 1,2,3

Pengertian Conditional Sentence Type 1
Conditional sentence type 1 adalah conditional sentence yang digunakan ketika result / consequence (hasil) dari condition (syarat) memiliki kemungkinan untuk terwujud di masa depan karena condition-nya realistik untuk dipenuhi.

Rumus Conditional Sentence Type 1
If + Subjek +V.1, S + Will + V.1

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 1
If I prepare well for the test I will pass it .
Fakta:bersifat kemungkinan,probably,may be.

Pengertian Conditional Sentence Type 2
Conditional type 2 ini digunakan sebagai aplikasi kejadian masa sekarang atau present yang akan terjadi jika kondisi yang ada berbeda.

Rumus Conditional Sentence Type 2
If + Subjek +V.2/Were +S + M2 + V.1
M2 (Modal bentuk 2) : Would,could

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 2
 If I prepared well for the test, I should pass.
Fact: I don’t pass the test
Fakta:berkebalikan dengan pernyataan memakai prediket present

Pengertian Conditional Sentence Type 3
Merukan aplikasi kejadian masa lampau atau simple past tense, kejadian yang harus sudah dipenuhi di masa lalu. Terkadang, di masa lampau kita mempunyai keinginan yang tidak dapat kita wujudkan. Lalu kita ingin bercerita kepada teman atau orang lain.

Rumus Conditional Sentence Type 3
If +  Subjek + Had + V3 +S+ M.2 + Have + V.3

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 3
      If I had prepared well for the test, I should have passed.
Fact: I didn’t pass
            Fakta:berkebalikan dengan pernyataan prediket di ganti dengan past tense


Sumber Referensi :

http://www.wordsmile.com/if-conditional-sentence-introduction 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

mencari active dan passive voice dalam artikel

The Smartest Parrot

Once upon time, a man had a wonderful parrot. There was no other parrot like it. The parrot could say every word, except one word. The parrot would not say the name of the place where it was born. The name of the place was Catano.
The man felt excited having the smartest parrot but he could not understand why the parrot would not say Catano. The man tried to teach the bird to say Catano however the bird kept not saying the word.
At the first, the man was very nice to the bird but then he got very angry. “You stupid bird!” pointed the man to the parrot. “Why can’t you say the word? Say Catano! Or I will kill you” the man said angrily. Although he tried hard to teach, the parrot would not say it. Then the man got so angry and shouted to the bird over and over; “Say Catano or I’ll kill you”. The bird kept not to say the word of Catano.
One day after he had been trying so many times to make the bird say Catano, the man really got very angry. He could not bear it. He picked the parrot and threw it into the chicken house. There were four old chickens for next dinner “You are as stupid as the chickens. Just stay with them” Said the man angrily. Then he continued to humble; “You know, I will cut the chicken for my meal. Next it will be your turn, I will eat you too, stupid parrot”. After that he left the chicken house.
The next day, the man came back to the chicken house. He opened the door and was very surprised. He could not believe what he saw at the chicken house. There were three death chickens on the floor. At the moment, the parrot was standing proudly and screaming at the last old chicken; “Say Catano or I’ll kill you”

Passive and Active voice in this story :

1. a man had a wonderful parrot (active voice dalam past perfect tense )
2. There was no other parrot like it. (Passive voice dalam simple past tense )
3. he had been trying so many times to make the bird say Catano (active voice dalam past perfect continuous tense )
4. Next it will be your turn, I will eat you too, stupid parrot ( passive voice dalam simple future tense )




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Active And Passive Voice

Kalimat aktif (active voice) adalah kalimat dimana subject-nya melakukan pekerjaan, sebaliknya, kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat. Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice. Namun demikian, sering kita temukan passive voice di surat-surat kabar, artikel-artikel di majalah-majalah dan tulisan-tulisan ilmiah. Passive voice digunakan karena object dari active voice merupakan informasi yang lebih penting dibandingkan dengan subject-nya.


Contoh :
Active : We fertilize the soil every 6 months
Passive: The soil is fertilized by us every 6 months


Dari contoh ini dapat kita lihat bahwa:

1. Object dari active voice (the soil) menjadi subject dari passive voice
2. Subject dari active voice (we) menjadi object dari passive voice. Perhatikan pula bahwa terjadi perubahan dari subject pronoun ‘we’ menjadi object pronoun ‘us’.
3. Verb1 (fertilize) pada active voice menjadi verb3 (fertilized) pada passive voice.
4. Ditambahkannya be ‘is’ di depan verb3. Be yang digunakan adalah tergantung pada subject passive voice dan tenses yang digunakan. (Perhatikan pola-pola passive voice di bawah).
5. Ditambahkannya kata ‘by’ di belakang verb3. Namun, jika object dari passive voice dianggap tidak penting atau tidak diketahui, maka object biasanya tidak dikemukakan dan begitu pula kata ‘by’.
6. Khusus untuk kalimat-kalimat progressive (present, past, past perfect, future, past future, dan past future perfect continuous, perlu menambahkan ‘being’ di depan verb3). Kalau tidak ditambahkan “being”, tensisnya akan berubah, bukan progressive/continuous lagi. Perhatikan contoh-contoh pada poin h – o di bawah.

Berdasarkan keenam poin di atas maka passive voice mengikuti pola sebagai berikut:

Subject + be + Verb3 + by + Object + modifier


Pola active dan passive voice pada tiap tensis
a. Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atau are.
Contoh:
· Active : He meets them everyday.
· Passive : They are met by him everyday.
· Active : She waters this plant every two days.
· Passive : This plant is watered by her every two days.

b. Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atauwere
Contoh:
· Active : He met them yesterday
· Passive : They were met by him yesterday
· Active : She watered this plant this morning
· Passive : This plant was watered by her this morning

c. Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Contoh:
· Active : He has met them
· Passive : They have been met by him
· Active : She has watered this plant for 5 minutes.
· Passive : This plant has been watered by her for 5 minutes.

d. Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Contoh:
· Active : He had met them before I came.
· Passive : They had been met by him before I came.
· Active : She had watered this plant for 5 minutes when I got here
· Passive : This plant had been watered by her for 5 minutes when I got here

e. Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Contoh:
· Active : He will meet them tomorrow.
· Passive : They will be met by him tomorrow.
· Active : She will water this plant this afternoon.
· Passive : This plant will be watered by her this afternoon.
· Active : The farmers are going to harvest the crops next week
· Passive : The crops are going to be harvested by the farmers next week.

f. Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Contoh:
· Active : He will have met them before I get there tomorrow.
· Passive : They will have been met by him before I get there tomorrow.
· Active : She will have watered this plant before I get here this afternoon.
· Passive : This plant will have been watered by her before I get here this afternoon.

g. Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalahbeen yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’.
Contoh:
· Active : He would have met them.
· Passive : They would have been met by him.
· Active : She would have watered this plant.
· Passive : This plant would have been watered by her.

h. Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, am atau are) + being.
Contoh:
· Active : He is meeting them now.
· Passive : They are being met by him now.
· Active : She is watering this plant now.
· Passive : This plant is being watered by her now.

i. Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (wasatau were) + being.
Contoh:
· Active : He was meeting them.
· Passive : They were being met by him.
· Active : She was watering this plant.
· Passive : This plant was being watered by her.

j. Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Contoh:
· Active : He has been meeting them.
· Passive : They have been being met by him.
· Active : She has been watering this plant.
· Passive : This plant has been being watered by her.

k. Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah had been + being.
Contoh:
· Active : He had been meeting them.
· Passive : They had been being met by him.
· Active : She had been watering this plant.
· Passive : This plant had been being watered by her.

l. Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalahwill be + being.
Contoh:
· Active : He will be meeting them.
· Passive : They will be being met by him.
· Active : She will be watering this plant.
· Passive : This plant will be being watered by her.

m. Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would be + being.
Contoh:
· Active : He would be meeting them.
· Passive : They would be being met by him.
· Active : She would be watering this plant.
· Passive : This plant would be being watered by her.

n. Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will have been + being.
Contoh:
· Active : He will have been meeting them.
· Passive : They will have been being met by him.
· Active : She will have been watering this plant.
· Passive : This plant will have been being watered by her.

o. Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would have been + being.
Contoh:
· Active : He would be meeting them.
· Passive : They would be being met by him.
· Active : She would be watering this plant.
· Passive : This plant would be being watered by her.

kesimpulan : Active voice adalah kalimat dimana subject-nya melakukan pekerjaan, passive voice adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat. Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice. Passive voice digunakan karena object dari active voice merupakan informasi yang lebih penting dibandingkan dengan subject-nya.

sumber : http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-inggris-2--d.html



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TOEFL
1.    1.   PENGERTIAN PERTAMA

TOEFL adalah singkatan dari Test Of English as a Foreign Language (Test Bahasa Inggris sebagai bahasa asing), yang diorganisir oleh sebuah lembaga di Amerika Serikat yang bernama ETS ( Educational Testing Service ). TOEFL ini penting untuk teman-teman yang ingin belajar atau menuntut ilmu untuk bersekolah di luar negeri. TOEFL ini merupakan indikator untuk memastikan teman-teman yang berasal bukan dari negara yang menggunakan bahasa Inggris, agar dapat mengikuti perkuliahan dengan baik di negara yang menggunakan bahasa Inggris. TOEFL ini digunakan untuk :
           ·          Memastikan bahwa mahasiswa tersebut memahami uraian yang diberikan dosen dalam bahasa Inggris (listening skill).
           ·          Mahasiswa memahami buku-buku textbook yang diwajibkan (reading skill).
           ·          Mahasiswa mampu membuat tulisan ilmiah dengan tatabahasa yang benar (writing & grammar skill)

2.      2. PENGERTIAN KEDUA

TOEFL merupakan tes kemampuan seseorang dalam berbahasa inggris dengan menggunakan logat  Amerika, dan hasil dari TOEFL itu sendiri bisa dipergunakan untuk mendaftar kembali kuliah ke luar negeri atau bahkan bisa dipergunakan untuk melamar suatu pekerjaan agar bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan pihak perusahaan. Dan biasanya tes TOEFl ini akan diselenggarakan oleh pihak ETS (Educational Testing Service). Dalam ujian TOEFL terdapat 3 sesion, dan sesion 3 tersebut yaitu reading comprehension. Tes ini dipergunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan seseorang dalam memahami setiap tes tertulis dalam bentuk bahasa inggris. Pada bagian ini, biasanya pihak penguji akan menguji setiap peserta setidaknya dengan 5 bentuk bacaan, dimana setiap bacaan tersebut biasanya akan terdiri dari 10 bentuk pertanyaan. Dan jika kita jumlah, maka dalam bagian ini, Anda akan menjawab 50 pertanyaan, dan ke-50 pertanyaan tersebut harus Anda selesaikan dalam waktu kurang lebih selama 55 menit lamanya. Dan pada bagian ini, penguji hanya akan menguji peserta dalam tes bacaan saja, tanpa adanya gambar, diagram ataupun bentuk lainnya.


3.      3. PENGERTIAN KETIGA

Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke universitasdi Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia

4.      4. KESIMPULAN

Pengertian TOEFL ( Test Of English as a Foreign Language ) menurut saya adalah kemampuan seseorang dalam berbahasa inggris, penting untuk teman-teman yang ingin belajar atau menuntut ilmu diluar negeri dimana hasil TOEFL dipergunakan untuk mendaftar kembali kuliah ke luar negeri atau bahkan bisa dipergunakan untuk melamar suatu pekerjaan agar bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan pihak perusahaan. Dan biasanya tes TOEFl ini akan diselenggarakan oleh pihak ETS (Educational Testing Service).

TOEIC

1. PENGERTIAN PERTAMA

Tes TOEIC  adalah tes keahlian berbahasa Inggris untuk orang-orang yang bahasa Ibunya bukan Bahasa Inggris. Tes TOEIC dapat mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk individu yang dalam kesehariannya bekerja di lingkungan internasional. Nilai-nilainya menunjukan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan individu lainnya dalam komunikasi umum, termasuk di lingkup pendidikan, bisnis, perdagangan dan industri. Tes ini tidak memerlukan pengetahuan khusus atau istilah yang tidak umum yang digunakan orang dalam aktivitasnya sehari-hari.

            2. PENGERTIAN KEDUA

TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes kemahiran Bahasa Inggris bagi orang-orang yang bahasa aslinya bukan Bahasa Inggris. Skor tes TOEIC menunjukkan seberapa baik orang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan orang lain pada lingkungan kerja global. Tes tersebut tidak memerlukan pengetahuan atau kosakata khusus, tes ini hanya mengukur jenis bahasa Inggris yang dipakai dalam aktivitas sehari-hari

Tes TOEIC adalah tes kemahiran berbahasa Inggris yang terkemuka di dunia pada konteks lingkungan kerja global. Lebih dari 4.000 perusahaan di seluruh dunia memakai tes TOEIC, dan lebih dari 2 juta orang mendaftar guna mengambil tes ini setiap tahun

            3. PENGERTIAN KETIGA

TOEIC ( TEST OF ENGLISH FOR INTERNASIONAL COMMUNICATION ) Merupakan salah satu jenis tes untuk standarisasi kemampuan bahasa inggris seorang. Berbeda dengan TOEFL ataupun IELTS. TOEIC ini digunakan untuk orang – orang yang ingin bekerja diluar negeri maupun perusahaan internasional, karena test ini berikan tentang semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan si sebuah perusahaan. Salah satu penyelenggara tes TOEIC ini adalah ETC ( Educational Testing Service ) yang biasanya bekerjasama dengan Universitas – universitas di Indonesia.

            4. KESIMPULAN     


TOEIC ( TEST OF ENGLISH FOR INTERNASIONAL COMMUNICATION ) Merupakan tes kemahiran Bahasa Inggris bagi orang-orang yang bahasa aslinya bukan Bahasa Inggris dimana test yang terkemuka di dunia pada konteks lingkungan kerja global dan Tes tersebut tidak memerlukan pengetahuan atau kosakata khusus, tes ini hanya mengukur jenis bahasa Inggris yang dipakai dalam aktivitas sehari-hari. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS